Peran Keluarga Bagi Perkembangan Psikologi Anak

Keluarga menjadi tempat pembelajaran pertama seorang anak dalam hidupnya, jauh sebelum seseorang mengeyam pendidikan formal sekolah. Tugas orang tua dalam kehidupan berkeluarga tentu saja mendidik agar psikologi anak menjadi semakin baik. Perilaku seorang anak merupakan hasil dari didikan dalam lingkungan keluarga atau bisa dikatakan bahwa anak merupakan refleksi dari kualitas didikan keluarga.

Anak kecil cenderung akan mengikuti kebiasaan anggota keluarga lainnya, misalnya orang tua sering sholat berjamaah maka kegiatan tersebut akan terekam dalam ingatan seorang anak. Rasa penasaran yang tinggi akan mendorong anak untuk mengikuti apa yang orang tua mereka lakukan.

Kewajiban Orang Tua Dalam Proses Pembentukan Psikologi Anak

 

Peran Keluarga Bagi Perkembangan Psikologi Anak

Bayi yang baru lahir itu diibaratkan seperti kertas putih dan orang tua sebagai pelukisnya. Jadi kewajiban orang tua tentu saja harus menanamkan nilai nilai cinta kasih, sikap saling menghormati, serta nilai pendidikan kepada anaknya. Orang tua juga berkewajiban mengontrol perilaku anak agar dapat berkembang sesuai koridor benar.

Disini maksudnya apabila dalam proses perkembangan psikologi anak, orang tua menjumpai sikap anak yang mengarah ke sesuatu yang negatif maka ayah bersama ibu harus meluruskan kembali dengan berbagai cara misalnya menjelaskan bahwa perbuatan yang anak lakukan tersebut salah. Memang memberikan pengertian pada anak kecil tidaklah mudah, jadi kesabaran orang tua mutlak diperlukan.

Terus beri pemahaman kepada anak apabila masih melakukan kesalahan serupa, nantinya lambat laun nasihat dari orang tua akan tertanam dalam pikiran anak sehingga perbuatan yang salah tersebut dapat kembali diluruskan.

Dalam mendidik anak, sebaiknya orang tua tidak menggunakan cara cara kasar seperti memarahi, membentak dan memukul karena tidakan seperti ini malah akan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang kasar kelak sewaktu dewasa.  Terus memarahi anak juga tidak baik bagi perkembangan psikologi anak nantinya, misalnya anak bisa berubah menjadi sosok pemalu, minder dan takut bersosialisasi dalam lingkungan sekolah maupun masyrakat.

Komunikasi dua arah secara langsung harus dibangun sejak awal antara orang tua kepada anak anaknya. Anda bisa mengajak anak mengobrol bersama di ruang keluarga sambil minum teh Sariwangi misalnya. Ajak anak menyampaikan pendapatnya dengan demikian akan tumbuh rasa percaya diri dalam diri anak yang akan berguna bagi kehidupannya di masa dewasa kelak.

Psikologi anak yang baik akan berperan penting dalam menentukan masa depan yang lebih baik dengan catatan faktor lingkungan pengaulan anak juga harus benar benar di kontrol oleh orang tua. Kesimpulannya adalah lingkungan keluarga menjadi pondasi utama penentu sikap dan perilaku seorang anak. Semoga artikel ini dapat memberi insipirasi.

Share